Cara mencari mesin rekondisi yang baik

Cara mencari mesin rekondisi yang baik. Sudah kita ketahui di Indonesia mesin photo copy banyak beredar, mereknya pun beragam begitu juga fitur yang ditawarkan. Sampai tulisan ini dimuat Indonesia masih mendatangkan mesin ini dari luar negeri atau yang lebih banyak kita sebut dengan istilah mesin fotocopy rekondisi. Sampai saat ini kategori mesin ini termasuk paling banyak diminati orang untuk usaha fotocopy Salah satu alasan yang dijadikan orang untuk memulai usaha copy center dengan memilih mesin rekondisi adalah harga mesin fotocopy ini yang cukup terjangkau. Apalagi kondisi mesin rekondisi bisa dibilang 85% hingga 90%.

Apakah yang dimaksud dengan mesin fotocopy rekondisi?

Mesin fotocopy rekondisi adalah mesin photocopy bekas yang di import dari luar negeri ( Amerika ) yang mempunyai kondisi dan standart copy yang memenuhi syarat sebuah mesin copy yang baik. Rata-rata mesin yang di import ke Indonesia itu baru dipakai antara 1 sampai 2 tahun. Dengan kondisi fisik dan elektrikal yang bisa dibilang 80% sampai dengan 90% tentunya mesin ini masih sangat layak digunakan untuk penggunaan di kantor maupun untuk kebutuhan usaha. Sesampainya di Indonesia mesin-mesin yang di import ini kemudian direkondisikan kekondisi terbaik dan tentunya mempunyai standart hasil copy yang baik dan memenuhi standart sebuah mesin photocopy.

“saya ingin memulai usaha dengan mesin photocopy baru, karna di takutkan jika saya memakai mesin photocopy rekondisi akan cepat rusak”

Tidak sedikit orang yang berfikiran memulai usaha fotocopy atau copy center dengan mesin baru karena dengan anggapan mesin rekondisi yang gampang rusak. Hal ini tentunya tidak benar, di Indonesia sudah banyak perusahaan yang menawarkan jasa jual mesin bekas khusus mesin import dari luar negeri atau yg disebut mesin rekondisi. Kemampuan perusahaan-perusahaan yang merekondisi mesin juga tidak perlu kita ragukan secara kwalitas dan layanan purna jual yang baik.

Tentunya mesin photocopy rekondisi tidak kalah kualitasnya dengan mesin baru,untuk para pemula usaha bidang photocopy jika takut harga mesin baru akan kemahalan atau dalam artian para pelaku usaha membutuhkan modal yang agak kecil untuk memulai bidang usaha photocopy baiknya para pelaku usaha dapat mencoba untuk menggunakan mesin photocopy rekondisi terlebih dahulu, untuk kemudian setelahnya membeli mesin baru.

Dan untuk anda para pelaku usaha di bidang photocopy yang ingin memulai usahanya dengan mesin baru terlebih dahulu  sebaiknya anda berfikir dua kali, dari segi harga antara mesin baru dengan mesin rekondisi terpaut jauh sekali dan dari segi sparepart atau consumable part mesin rekondisi tidak mengharuskan memakai consumable part yang original yg sudah kita ketahui untuk harganya yang sangat mahal, berbeda dengan yang ditawarkan mesin rekondisi, terdapat pilihan kualitas dan harga yang terjangkau. Jika alasan anda membeli mesin untuk usaha sangat disarankan untuk memilih mesin rekondisi saja karena kebutuhan anda adalah untuk usaha jadi kita harus bisa menerapkan hukum ekonomi yaitu menekan sedikit mungkin biaya modal usaha dan menjual setinggi mungkin untuk mendapatkan laba atau keuntungan yang tinggi.

Selain itu kami akan membagikan tips untuk hal yang di perlukan sebelum membeli mesin photocopy rekondisi:

  1. Asal Usul Mesin : Mesin-mesin photocopy rekondisi, yang beredar di Indonesia umumnya terbagi menjadi 2, yang pertama adalah rekondisi eks. negara luar, seperti Amerika, Italy, Jerman dll. dan yang kedua adalah rekondisi bekas pakai dalam negeri. Apa yang membedakan keduanya dan mana yang mesti kita pilih?Hal pertama yang perlu diketahui, orang-orang (Perusahaan) di Amerika umumnya mengganti mesin fotocopy mereka berdasarkan susut buku / aktiva tetap dimana ketika nilai sebuah mesin fotocopy telah mencapai angka nol, mereka akan menggantinya untuk peremajaan. sedangkan di dalam negeri (Indonesia) umumnya hanya akan mengganti / menjual mesin fotocopy mereka ketika sudah rusak atau tidak dibutuhkan lagi. Dari kenyataan ini kita dapat menyimpulkan bahwa mesin fotocopy rekondisi yang sebaiknya menjadi pilihan adalah yang eks luar negeri (Amerika, dll).
  2. Counter : Walaupun sebelumnya kita mengatakan bahwa mesin-mesin fotocopy eks luar negeri lebih baik dari yang eks pengguna dalam negeri, pisisi counter biasanya akan memberitahukan kepada kita apakah sebuah mesin fotocopy masih layak untuk dipakai kembali atau tidak. Mesin-mesin fotocopy yang telah mencapai angka diatas jutaan copy pastinya tidak akan dapt mengalahkan kondisi kesehatan mesin yang dengan posisi counter yang masih puluhan ribu saja.Untuk diketahui, posisi counter biasanya menentukan “masa hidup” dari sparepart-sparepart mesin fotocopy tersebut, katakan saja Drum dan roller-rollernya. Jadi, hendaknya kalianmemilih mesin photocopy yang counternya paling kecil.
  3. Ketersediaan Sparepart:  Mesin fotocopy menggunakan sparepart (bagian-bagian) habis pakai seperti roller, drum dll. Pastikan bahwa anda akan dengan mudah menemukan tempat membeli sparepart-sparepart tersebut ketika suatu saat membutuhkannya. Diantara mesin fotocopy yang mudah dicari sparepartnya di Indoneseia adalah: Canon iR 6570,iR 5000,iR 4570 dll.
  4.  Cek Kualitas Drum : Kalian yang hendak membeli mesin fotocopy rekondisi hendaknya memperhatikan keadan drum mesin yang akan di beli. Kualitas drum akan sangat menentukan tingkat kualitas hasil cetak sebuah mesin fotocopy. Ketahui kondisi drum mesin fotocopy yang akan Anda beli dengan memfotocopy sebuah dokumen “full hitam” / tekan start copy dengan keadaan scanner terbuka . Lihat hasilnya. Aapabila hasil cetak menunjukkan ada garis-garis putih, maka kondisi drum dalam keadaan tidak sehat atau sebaliknya, jika keadaan hasil print hitamnya merata (tanpa ada garis garis putih), maka kondisi drum masih dalam keadaan baik.
  5. Keadaan Auto Document Feeder :  Auto Document Feeder, biasa disingkat ADF adalah perangkat tambahan yang banya terdapat di mesin fotocopy belakangan ini. Fungsinya adalah untuk memasukkan dokumen yang akan di copy secara otomatis. Cobalah penggunaan ADF pada mesin fotocopy yang akan anda beli untuk memastikan bahwa perangkat tersebut masih layak pakai.
  6. Tidak Ngejam : Mesin-mesin fotocopy yang sering jamming akan sangat menyusahakan hari-hari para pemakainya. Cobalah menggunakan fitur “scan sekali banyak copy” untuk memastikan bahwa mesin fotocopy yang akan anda beli nantinya tidak akan merepotkan karena sering nge-jam.
  7. Garansi Service : Ketika seseorang memutuskan untuk membeli sebuah mesin fotocopy rekondisi, maka itu berarti mereka telah siap dengan situasi “mesin rusak” atau tidak bekerja dengan semestinya.
  8. Harga : Kami menempatkan harga dalam urutan terakhir dalam tips memilih mesin rekondisi ini sebab tentunya semurah apapun mesin yang anda beli jika tidak bisa digunakan, itu percuma. Well, yang pasti ketika membeli mesin fotocopy dari freelance yang tidak bertanggung jawab tidak akan berlaku istilah “Harga Menentukan Kualitas” pastikan bahwa anda membeli dari orang / perusahaan yang tepat dengan harga yang sepantasnya.

Itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika hendak memilih sebuah mesin photocopy rekondisi, tentunya ada hal lain yang mesti kita bahas selain beberapa poin penting di atas.

Selain itu, kami akan menjabarkan perbedaan mesin Baru,Rekondisi dan Bebas lokal, simak di bawah ya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *