6 Kesalahan fatal pengusaha fotocopy pemula

6 Kesalahan fatal pengusaha fotocopy pemula. Untuk kali ini kami akan membahas tentang kesalahan fatal yang sering di lakukan oleh pengusaha fotocopy pemula. Sangat penting sekali mempelajari seluk beluk mesin photocopy sebelum anda benar-benar terjun menekuninya, Karena dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang cukup peluang keberhasilan dalam bidang usaha ini pasti terbuka lebar, Sebaliknya jika anda memaksakan terjun dalam usaha ini dengan minimnya pengetahuan dan berpengalaman sudah bisa di pastikan akan tutup (Bangkrut) dalam 3 bulan awal.

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam memulai bisnis photocopy ( photocopy center) namun kami akan memberikan garis besarnya saja, ada 6 kesalahan fatal pengusaha fotocopy pemula yang bisa menyebabkan anda gagal dalam menggeluti bisnis “Recehan” ini apa kesalahan itu

1. Lokasi Usaha Tidak Sesuai Kriteria 

Lokasi usaha merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan usaha fotocopy, umumnya lokasi usaha adalah di sekitaran sekolahan, kampus, perkantoran, namun menurut informasi yang kami peroleh lokasi yang paling tepat untuk pemula adalah di area yang ramai lalu lalang atau aktifitas orang.

 

2. Pemilihan Tipe Mesin Fotocopy

Hati-hati dalam memilih tipe mesin fotocopy untuk usaha, pasalnya banyak pemula yang belum mengerti jenis mesin fotocopy seperti apa yang cocok untuk kebutuhan usaha,hindari memakai mesin printer kecil (Printer Multifungsi) karena tidak cocok untuk usaha, jangan menggunakan mesin manual karena akan kesusahan mencari sparepartnya jika kemudian hari mesin mengalami kendala.

Hindari menggunakan merek mesin fotocopy yang jarang di gunakan untuk usaha, apalagi bagi pemula hal ini sangatlah penting. Di indonesia banyak sekali merek mesin fotocopy oleh sebab itu cermatlah dalam memilih merek, pilihlah mereka yang umum di gunakan untuk usaha biasanya Canon dan Fuji Xerox.

3. Jangan memaksakan menggunakan mesin fotocopy baru

Banyak pemula yang gagal dala bisnis fotocopy gara-gara memaksakan menggunakan mesin fotocopy baru lantaran minimnya informasi yang di dapatkan, kebanyakan alasannya adalah takut jika menggunakan mesin fotocopy bekas pasti akan sering rusak dan bermasalah. Perlu anda ketahui dalam bisnis fotocopy kendala pada mesin pasti ada saja,tidak ada jaminan menggunakan mesin kondisi baru tidak akan ada kendala dalam waktu 1 tahun usaha misalnya.

Perlu anda tau, memaksakan menggunakan mesin baru akan berdampak pada coast produksi, tentu saja biaya modal cetak perlembar akan sangat tinggi bahkan bisa di atas harga jual di pasaran,hal ini di sebabkan lantaran suku cadang dan sparepart konsumabel seperti toner dan drum harganya masih tergolong mahal lantaran belum di jual yang kualitas nomor 2 (Compatibel) mau tidak mau anda harus menggunakan sparepart original.

4. Menggabungkan Usaha Fotocopy Dengan Usaha yang Lain

Anda harus fokus dalam memulai bisnis fotocopy apalagi anda adalah pemula dan belum memiliki pengalaman dalam bidang ini. Kebanyakan pemula gagal dalam 2 sampai 3 bulan awal merintis lantaran tidak fokus menjalankan usaha dan menggabungkan dengan usaha jenis lainnya yang tidak memiliki korelasi contohnya adalah bisnis fotocopy yang di gabung dengan satu tempat dengan usaha distro ( Penjualan Baju) atau usaha fotocopy yang di gabung dengan toko sembako misalnya. Kalaupun anda ingin mengembangkan dan menggabungkan usaha dengan bisnis fotocopy sebaiknya yang memiliki korelasi seperti penjualan ATK, Kios loket pembayaran online dll.

 

5. Hindari Kredit Mesin fotocopy untuk usaha

Kedengarannya juga masuk akal jika anda ingin bisnis fotocopy tetapi memiliki modal yang terbatas, Misalkan 20 jt s/d 30 jt kemudian memutuskan untuk kredit mesin fotocopy karena sebagian uangnya nanti akan di pergunakan untuk mengisi toko dan lain sebagainya. Namun, ini adalah kesalahn besar jika posisi anda pemula tanpa pengalaman dan belum tau pasar fotocopy yang akan anda geluti nantinya.

Disamping anda akan di kenakan bunga dalam angsuran tiap bulan anda juga akan menanggung target besarnya cicilan yang harus di setorkan ke leasing, biaya untuk bayar listrik, gaji karyawan sedangkan anda masih belum tau pendapatan pasti dalam 1 bulan. Banyak yang memaksakan hal ini dan berakhir dengan kredit macet.

 

6. Jangan memulai usaha fotocopy dengan cara menyewa

Apapun alasan anda jangan pernah berpikiran akan mendapatkan untuk menjalankan usaha ini dengan cara menyewa. Untuk perhitungan gampangnya seperti ini.

  • Harga sewa mesin fotocopy Rp.400.000,.
  • Gratis copy 2.000 lembar perbulan
  • Biaya kelebihan Rp.90,.perlembar
  • Gratis service,Sparepart, toner.
  • Minimal sewa 1 tahun

Berikut ulasan yang kami paparkan kepada kalian semua, semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian para pelaku usaha bisnin di perphotocopyan! ^^

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *